Kalau nanti mantan istrimu kawin lagi, kamu datang gak?
May 11, 2010
Suatu hari teman baikku menanyakan hal itu kepadaku saat kita sedang makan sate bareng. Spontan aku jawab “tidak akan aku jawab saat ini” suatu jawaban yang sangat diplomatis, gak tahu siapa yang ngajarin aku untuk jawab diplomatis seperti itu, padahal gak pernah kuliah di jurusan komunikasi apalagi hubungan internasional.
Sahabatku itu Cuma bilang, “kalau kamu tidak datang artinya kamu dewasa, kalau kamu datang artinya kamu lebih dewasa” semakin diplomatis lagi. Padahal sahabatku itu juga bukan seorang diplomat.
Apa yang terjadi di sini adalah suatu hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Jangankan untuk datang di kawinan mantan istri, cerai pun tidak ada di kamusku sampai akhirnya perceraianku & mantan istriku terjadi.
Ironisnya aku juga punya kerjaan sampingan sebagai fotografer kawinan, jadi sering banget tuh dengar pasangan yang ucapin janji suci sehidup semati di muka altar. Tadinya motret kawinan adalah hal yang mengasyikkan, setelah perceraianku terjadi hal itu bukan suatu hal yang mengayikkan lagi. Suatu hari aku motret kawan yang menikah di gereja, saat mereka mengucapkan janji suci perkawinan, tiba-tiba muncul kilatan memori di kepalaku, saat aku mengucapkan janji suci itu juga ke pasanganku dulu. Seluruh kalimat masih teringat kuat di kepalaku, seluruh janji yang begitu indah, diucapkan di depan altar, dihadapan Tuhan & jemaatNya, diakhiri dengan kalimat yang diucapkan Pastor “apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia”
Saat motret kawinan kawanku itu, aku perlahan minggir mengambil nafas sejenak, menghapus air mata yang tiba2 mbrebes mili (maaf, tidak menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia), menarik nafas panjang dan sambil berdoa dalam hati aku bilang “maafkan aku Tuhan, aku tidak bisa menepati janji itu, ampuni dosaku Tuhan, aku tidak layak berada dirumahMu ini”. Biar dibilang professional maka aku teruskan lagi foto-fotonya, walaupun dalam hati lagi ada pergulatan yang belum selesai.
Balik lagi ke pertanyaan sahabatku tadi, pusing2 mikirin jawabannya, emang kalau mantanku kawin lagi aku bakalan diundang sama dia? Jawabannya sama saja, kalau dia tidak undang aku artinya dia dewasa, kalau dia undang aku artinya dia lebih dewasa…
- Me.